Mengenal Lebih Jauh Penyakit Sifilis pada Ibu Hamil

penyakit sipilis

Tentunya Anda pernah mendengar mengenai penyakit sifilis dan bagaimana dampaknya bagi tubuh. Tapi, apakah Anda pernah mendengar kalau penyakit sifilis pun bisa terjadi pada ibu hamil? Lalu, kira-kira bagaimana dampaknya bagi anak yang sedang dikandung ya? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka langsung saja silahkan simak ulasan lengkapnya berikut ini.
penyakit sipilis
Sekilas Mengenai Penyakit Sifilis

Sebelum kita membahas penyakit sifilis pada ibu hamil, maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu penyakit sifilis. Jadi, penyakit sifilis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Palidum. Penyakit ini hanya menular melalui kontak langsung, misalnya melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama penderita dan ibu hamil kepada bayinya. Penyakit sifilis merupakan penyakit yang sangat berbahaya jika tidak ditangani dan diobati dengan baik. Baca juga: obat asam urat

Potensi Penularan Penyakit Sifilis dari Ibu Hamil kepada Janinnya

Seperti telah disebutkan di atas, penyakit sifilis bisa menular dari ibu ke janinnya. Proses penularan ini terjadi melalui plasenta yang digunakan untuk mengalirkan makanan bagi janin. Proses penularan sifilis dari ibu ke janin, sering dikenal dengan istilah transmisi sifilis vertikal. Resiko penularannya berbeda-beda pada tiap tahap sifilis. Dan yang paling rendah resiko penularannya adalah pada sifilis tersier yaitu hanya sekitar 10 %, namun pada sifilis primer dan sekunder bisa mencapai 50 %.

Lalu apa akibatnya jika janin tertular penyakit sifilis? Nah, jika janin terkena sifilis, maka sangat beresiko terjadinya keguguran secara spontan, pertumbuhan janin mengalami gangguan dan terjadi kematian saat bayi baru lahir. Wah, sangat mengerikan ya dampaknya bagi janin. Lalu bagaimana cara untuk mengatasinya ya? Baca juga: Ambejoss

Cara Penanganan Sifilis Pada Ibu Hamil yang Tepat

Apabila Anda hamil, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan VDRL dan TPHA untuk mengetahui ada atau tidaknya sifilis pada tubuh Anda. Ini perlu dilakukan untuk mencegah penularan kepada janin. Dan apabila Anda menderita penyakit sifilis saat hamil, maka Anda bisa melakukan terapi antibiotic dibawah pengawasan dokter.