Desain Rumah Minimalis 2 Lantai

Desain rumah minimalis 2 lantai akhir-akhir ini banyak dipertimbangkan sebagai konsep yang disematkan pada rumah hunian, baik di perkotaan maupun pedesaan. Pada daerah urban, desain rumah minimalis 2 lantai dianggap merupakan jawaban dari permasalahan semakin terbatasnya lahan yang tersedia untuk bangunan hunian. Sedangkan pada daerah pedesaan, di mana masalah ketersediaan lahan belum begitu mendesak, desain rumah minimalis 2 lantai lebih dipilih karena tampilannya yang memberi kesan modern, lain dari pada yang lain. Di samping itu rumah 2 lantai pada daerah pedesaan Indonesia, relatif akan mengangkat status pemiliknya, karena biasanya pemilik rumah semacam itu adalah warga pedesaan dari kalangan menengah ke atas.

Hal-hal yang terutama harus diperhatikan dalam desain rumah minimalis 2 lantai, antara lain keamanan struktur bangunan, terjaminnya sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik, serta pengaturan ruang yang diletakkan di lantai 1 maupun di lantai 2. Keamanan struktur bangunan dalam sebuah desain rumah minimalis 2 lantai, wajib hukumnya. Keberadaan lantai tambahan di sebelah atas, dengan segala perangkat dan aktivitas yang terjadi, jelas akan menambah beban yang harus didukung oleh struktur, dan kemudian diteruskan ke bumi melalui pondasi. Belum lagi beban akibat terpaan angin terhadap dinding yang lebih luas pada rumah 2 lantai. Tanpa struktur bangunan yang memadai, sangatlah mengkhawatirkan untuk melakukan aktivitas pada bangunan tersebut.

Bangunan rumah yang terdiri dari dua lantai, tentunya sama-sama membutuhkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik. Biasanya akan dibutuhkan bukaan-bukaan vertikal (void) pada beberapa bagian rumah untuk membantu kelancaran sirkulasi udara, dan biasanya sekaligus difungsikan sebagai ruang terbuka untuk masuknya pencahayaan alami ke lantai satu yang terletak di bawah. Umumnya ruang tangga adalah ruang yang secara kreatif dimanfaatkan sebagai area void. Hal ini tentu saja harus diperhatikan agar jangan sampai ada bagian yang pengap, yang tentu akan mengurangi kenyamanan.

Distribusi pengaturan ruang antara lantai satu dengan lantai dua, juga patut diperhatikan. Lazimnya, dalam desain rumah minimalis 2 lantai, area yang bersifat publik diletakkan pada lantai satu, sedangkan area yang lebih privat diletakkan pada lantai dua. Atau bisa jadi sebaliknya, area untuk publik diletakkan pada lantai dua, dengan konsekuensi tangga diletakkan pada bagian teras rumah, atau area lain yang masih dapat diakses umum.

Beberapa gambar di atas kami tampilkan sebagai contoh desain rumah minimalis 2 lantai yang mungkin bisa membangkitkan inspirasi desain, semoga bermanfaat.