Inilah Salah Satu Fungsi Alat Kesehatan Chemistry Analyzer

harga chemistry analyzer

Pemeriksaan kadar gula darah adalah sebuah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui terjadinya suatu peningkatan atau penurunan kadar gula dalam darah serta memantau hasil pengobatan yang telah diberikan kepada pasien penderita diabetes melitus (DM).

Peningkatan kadar gula darah selain disebabkan karena diabetes melitus juga biasanya terjadi karena kelainan hormonal di dalam tubuh. Kadar gula yang tinggi nantinya akan dikeluarkan melalui urin dan dinamakan dengan glukosuria.

harga chemistry analyzer

Salah satu alat laboratorium yang sering digunakan untuk memeriksa kadar gula dalam darah adalah berupa alat pemeriksaan kimia otomatis atau chemistry analyzer. Alat yang satu ini kini sudah banyak tersedia di berbagai toko alat kesehatan dengan harga chemistry analyzer yang cukup bervariasi, dari harga termurah sampai termahal tergantung dari fitur yang ditawarkan. 

Untuk menilai kadar gula dalam darah ada beberapa macam pemeriksaan yang bisa dilakukan diantaranya yaitu pemeriksaan gula darah sewaktu, kadar gula darah 2 jam setelah makan, kadar gula puasa, Test toleransi glukosa oral, HbA1c, Insulin dan C-peptide.

Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu merupakan pemeriksaan kadar gula yang bisa dilakukan kapan saja dan waktunya tidak ditentukan. Dan pemeriksaan kadar gula darah 2 jam setelah makan merupakan pemeriksaan yang dilakukan 2 jam sesudah makan atau biasa disebut dengan gula darah 2 jam post-prandial. Sedangkan kadar gula darah puasa adalah apabila pemeriksaan dilakukan setelah pasien menjalani puasa selama 10 sampai 12 jam sebelum dilakukan pengambilan darah.

Untuk pasien diabetes melitus yang sedang menjalani pengobatan, ketika akan dilakukan pengecekan gula darah tidak perlu menghentikan obatnya. Baik itu ketika dilakukan pemeriksaan gula darah puasa ataupun post-prandial.

Pemeriksaan gula darah puasa biasanya dilakukan untuk menyaring DM dan memantau penderita DM yang sedang menjalani pengobatan. Sedangkan post-prandial digunakan untuk mengetahui respon pasien pada makanan setelah 2 jam, baik itu makan pagi maupun makan siang.

Untuk mengevaluasi penderita dan membantu memperjelas diagnosis diabetes melitus pemeriksaan yang dilakukan adalah berupa pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Selain itu dalam pemeriksaan gula darah juga dikenal adanya pemeriksaan kurva harian glukosa darah yang dilakukan pada pukul 7 pagi, 11 siang dan pukul 4 sore dengan tujuan untuk mengetahui kontrol gula darah dalam sehari menggunakan diet atau obat. Pada pasien yang memiliki kadar gula darah meragukan biasanya akan dilakukan tes uji toleransi glukosa oral. 

Untuk pemeriksaan insulin adalah dilakukan ketika ada dugaan insufisiensi insulin dan peningkatan kadar insulin pada pasien. Sedangkan C-peptide dilakukan untuk mengetahui sekresi insulin basal. Bila akan menilai dan memantau kadar gula darah rata-rata selama 1 sampai 3 bulan maka dilakukan uji HbA1c, dimana kadar HbA1c dikatakan normal apabila berkisar antara 4 sampai 6%.