Banyak Yang Belum Tahu Penitngnya Coaching

Mengapa Coaching Indonesia itu Krusial?

Dari berbagai studi terungkap bahwa sebetulnya staf tersebut menyukai kegiatan semacam pelatihan, seminar, workshop, dan semisalnya. Apalagi kalau misalnya kegiatan semacam tersebut diadakan di luar kantor Alasannya tentunya bermacam-macam. Karena ingin menikmati anggaran pengembangan SDM yang sudah disediakan organisasi, mungkin ada yang lantaran mau menambah pengetahuan, meningkatkan keahlian, mendapatkan sertifikasi keahlian, memperluas jaringan, mau mendapat teman baru, ingin berlibur, atau hanya

Selain tersebut, secara manusiawi pun sesungguhnya perusahaan atau petinggi bakal lebih bangga, lebih senang dan lebih senang kalau sanggup mengirim anak buahnya ke tempat pelatihan, seminar atau workshop. Kenapa? Manusia tersebut akan lebih bahagia kalau bisa memberi apa yang dibutuhkan orang lain Apalagi orang lain yang diberi itu merupakan orang yang selama ini membantu atau bekerja dengannya.

Hanya, dalam prakteknya cuma sedikit perusahaan atau organisasi yang mampu mengirim anak buahnya ke tempat pelatihan, seminar atau workshop. Kenapa? Tentunya ini sebabnya aneka. Mungkin ada yang diakibatkan dananya tipis. Training, seminar atau workshop sekarang ini biayanya gila-gilaan. Kalau diadakan di tenmpat-tempat yang elit, apalagi Walaupun semua mengakui ini krusial tapi prakteknya cuma perusahaan atau organisasi tertentu saja yang bersedia dan dapat.

Selain sebab uang, waktu pun juga menjadi kendala. Untuk sebagian organisasi atau perusahaan, waktu lebih dari 1 hari dimakan bisa dibilang tidak ada waktu untuk mengirim anak buah ke tempat pelatihan yang. Lantaran tugas di kantor sendiri numpuk sampai ada yang lembur segala, ini Mengirim anak buah ke tempat semacam itu bisa dianggap pemborosan. Tak cuma soal dana dan waktu, efektivitas pelatihan, seminar dan workshop, pun menjadi perhitungan sendiri.

Jika mencermati aneka hasil penelitian, ternyata tak secara otomatis kegiatan training, seminar atau workshop itu bisa efektif bagi organisasi atau perusahaan. Secara hasil, penelitian membaginya menjadi tiga kategori, yakni: (a) positive transfer, (b) negative transfer, dan (c) poor transfer.

Kita pastinya sepakat bahwa meningkatkan skill staf (dalam pengertian yang luas) tersebut krusial. Soal triknya bagaimana, ini memang butuh penyesuaian berdasarkan keadaan kita masing-masing. {Untuk sebagian kita yang kebetulan belum bisa meningkatkan pegawai dengan mengirim mereka ke pelatihan, seminar atau workshop, langkah-langkah lain yang perlu kita lakukan merupakan membudayakan coaching indonesia secara konsisten.}